PERMASALAHAN KARAKTER DALAM DUNIA PENDIDIKAN

                                 PERMASALAHAN KARAKTER DALAM DUNIA PENDIDIKAN

Abstrak: Karakter pendidikan, itu benar-benar diperlukan tidak hanya di sekolah tetapi juga di rumah, di lingkungan sosial baik dalam berbicara maupun dalam bertindak. Pendidikan karakter harus dibentuk pada masa usia keemasan anak atau golden age. Pendidikan karakter sangat berpengaruh terhadap perkembangan psikologis lainnya setelah mereka dewasa. Dengan tidak maksimalnya pendidikan karakter sejak dini maka akan muncul masalah masalah penyelewangan karakter. Dalam perkembangan dan kemajuan zaman yang sangat pesat dalam semua bidang pendidikan karakter sangat diperlukan tentunya untuk menumbuhkan karakter yang baik, sehingga kemajuan dalam semua bidang bisa disikapi dengan dengan baik dan menimalisir efek negative dari perkembangan tersebut. Dengan tidak memaksimal

Kata Kunci: Permasalahan pendidikan karakter, bidang pendidikan

Abstract: Educational character, it is really needed not only in school but also in home, in the social environment both in speech and in action. Character education must be formed during the golden age of children or golden age. Character education is very influential on other psychological developments after they grow up. If character education is not optimal from an early age, problems of character distortion will arise. In the very rapid development and progress of the times in all fields of character education, it is necessary, of course, to cultivate good character, so that progress in all fields can be properly addressed and minimize the negative effects of these developments. Keys Word: Problems of character education, the field of education

PENDAHULUAN

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.Pendidikan merupakan bagian penting dari kehidupan manusia yang tak pernah bisa ditinggalkan.

Pendidikan karakter dilingkungan pendidikan sangat lah penting tidak sedikit kasus-kasus yang menyimpang dari karakter seseorang yang dikatakan berpendidikan, dimana lembaga pendidikan merupakan salah satu tempat dalam membentuk karakter yang baik.

Kasus-kasus penyimpangan karakter yang terjadi belakangan ini banyak sekali dantarannya:

  1. Siswa sudah tidak menghormati guru
  2. Tauran antar sekolah yang marak terjadi
  3. Siswa tersandung kasus kekerasan, pembegalan, minuman keras dan narkoba
  4. Maraknya kasus sex bebas dan masih banyak lagi

Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis membuat rumusan masalah dalam artikel ini adalah sebagai berikut:

  1. Apakah sistem pendidikan sekarang sudah baik?
  2. Apa makna dari pendidikan karakter?
  3. Apa saja tujuan dari pendidikan karakter?
  4. Apa saja strategi pelaksanaan pendidikan karakter?

 PEMBAHASAN

  1. Sistem pendidikan di Indonesia

Sistem pendidikan di Indonesia secara umum untuk saat sekarang ini terbilang sudah baik dalam konsep pendidikan yaitu menitik beratkan pada tiga aspek yang di nilai diantaranya kecerdasan Kognitif,Afektif dan Psikomotik,namusn pada umumnya masih jauh dari kata berhasil dalam pendidikan sekarang ini. Para pengambil kebijakan yang ada di Indonesia terutama pada bidang pendidikan yang pada saat ini masih bergelut dengan perubahan-perubahan kurikulum yang masih sangat membingungkan terutama bagi para pendidik dan pserta didik. Dengan adanya perubahan-perubahan kurikulum pendidikan seakan akan yang di pentingkan yang didititik beratkan pada pengetahuan kognitif dan pengaplikasian dalam kehidupan sehari-hari tanpa adanya penekanan pada pendidikan karakter peserta didik.

  1. Makna Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter adalah suatu system penamaan nilai-nilai karakter yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan. Pengembangan karakter bangsa dapat dilakukan melalui perkembangan karakter individu seseorang.Akan tetapi, karena manusia hidup dalam lingkungan sosial dan budaya tertentu, maka perkembangan karakter individu seseorang hanya dapat dilakukan dalam lingkungan sosial dan budaya yang bersangkutan.

Artinya, perkembangan budaya dan karakter dapat dilakukan dalam suatu proses pendidikan yang tidak melepaskan peserta didik dari lingkungan sosial,budaya masyarakat, dan budaya bangsa.Lingkungan sosial dan budaya bangsa adalah Pancasila, jadi pendidikan budaya dan karakter adalah mengembangkan nilai-nilai Pancasila pada diri peseta didik melalui pendidikan hati, otak, dan fisik. Karakter merupakan perpaduan antara moral, etika, dan akhlak. Moral lebih menitik beratkan pada kualitas perbuatan, tindakan atau perilaku manusia atau apakah perbuatan itu bisa dikatakan baik atau buruk, atau benar atau salah. Sebaliknya, etika memberikan penilaian tentang baik dan buruk, berdasarkan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat tertentu, sedangkan akhlak tatanannya lebih menekankan bahwa pada hakikatnya dalam diri manusia itu telah tertanam keyakinan di mana keduanya (baik dan buruk) itu ada. Karenanya, pendidikan karakter dimaknai sebagai pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak, yang tujuannya mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan baik-buruk, memelihara apa yang baik itu, dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati.

  1. Tujuan Pendidikan Karakter

Perkembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa, Pengertian Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) merumuskan fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang harus digunakan dalam mengembangkan upaya pendidikan di Indonesia.

Pasal 3 UU Sisdiknas menyebutkan, “Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peseta didik agar menjadi manusia yang beriman,dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Pendidikan budaya dan karakter bangsa bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik menjadi Warga Negara yang lebih baik, yaitu Warga Negara yang memiliki kemampuan, kemauan,dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sebagai Warga Negara.Budaya sebagai suatu kebenaran bahwa tidak ada manusia yang hidup bermasyarakat yang tidak disadari oleh nilai-nilai budaya yang diakui masyarakat tersebut. Nilai-nilai budaya tersebut dijadikan dasar dalam pemberian makna terhadap suatu konsep dan arti dalam komunikasi antaranggota masyarakat tersebut. Posisi budaya yang demikian penting dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa.

  1. Strategi Pelaksanaan Pendidikan Karakter

Strategi Pendidikan Karakter yang akan dibahas adalah Strategi Pendidikan Karakter melalui Multiple Talent Aproach (Multiple Intelligent). Strategi Pendidikan Karakter ini memiliki tujuan yaitu untuk mengembangkan seluruh potensi anak didik yang manifestasi pengembangan potensi akan membangun Self Concept yang menunjang kesehatan mental. Konsep ini menyediakan kesempatan bagi anak didik untuk mengembangkan bakat emasnya sesuai dengan kebutuhan dan minat yang dimilikinya. Ada banyak cara untuk menjadi cerdas, dan cara ini biasanya ditandai dengan prestasi akademik yang diperoleh disekolahnya dan anak didik tersebut mengikuti tes intelengensia. Cara tersebut misalnya melalui kata-kata, angka, musik, gambar, kegiatan fisik atau kemamuan motorik atau lewat cara sosialemosional. Menurut Gardner (1999), manusia itu sedikitnya memiliki 9 kecerdasan. Kecerdasan manusia, saat ini tak hanya dapat diukur dari kepandaiannya menguasai matematika atau menggunakan bahasa.Ada banyak kecerdasan lain yang dapat diidentifikasi di dalam diri manusia. Sedangkan menurut Howard Gardner (1999) yang menjelaskan 9 kecerdasan ganda, apabila dipahami dengan baik, akan membuat semua orang tua memandang potensi anak lebih positif. Terlebih lagi, para orang tua (guru) dapat menyiapkan sebuah lingkungan yang menyenangkan dan memperdayakan di sekolah. Konsep Multiple Intelligence mengajarkan kepada anak bahwa mereka bisa belajar apapun yang mereka ingin ketahui. Bagi Orangtua atau guru, yang dibutuhkan adalah kreativitas dan kepekaan untuk mengasah anak tersebut. Baik guru atau Orang tua juga harus berpikir terbuka.

 KESIMPULAN

Simpulan

Adapun simpulan dari artikel ini adalah sebagai berikut:

  • Sistem pendidikan yang di buat oleh pemerintah memiliki pengaruh yang besar terhadap pengembangan karakter peserta didik
  • Pendidikan karakter adalah suatu system penamaan nilai-nilai karakter yang meliput komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan. Pengembangan karakter bangsa dapat dilakukan melalui perkembangan karakter individu seseorang.Akan tetapi, karena manusia hidup dalam lingkungan sosial dan budaya tertentu, maka perkembangan karakter individu seseorang hanya dapat dilakukan dalam lingkungan sosial dan budaya yang bersangkutan.
  • Strategi-strategi dalam Perkembangan Pendidikan Berkarakter salah satunya adalah Strategi Pendidikan Karakter melalui Multiple Intelligence (Multiple Talent Approach) Strategi ini bertujuan untuk mengembangkan seluruh potensi anak didik yang merupakan Pengembangan potensi yang membangun self concept yang menunjang kesehatan mental.
  • Tujuan Pendidikan Pendidikan Karakter Bangsa diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Mengembangkan potensi afektif peserta didik sebagai manusia dan Warga Negara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa.
  2. Mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang terpuji dan sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya dan karakter bangsa.
  3. Menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab peserta didik sebagai generasi penerus bangsa.
  4. Mengembangkan kemampuan peserta didik menjadi manusia yang mandiri,kreatif, berwawasan kebangsaan.
  5. Mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan belajar yang aman, jujur, penuh kreativitas, dan persahabatan, serta dengan rasa kebangsaan yang tinggi dan penuh kekuatan.

Saran

Saran yang dapat penulis sampaikan adalah:

  • Sistem pendidikan atau kurikulum pendidikan sebaiknya jangan gampang untuk berubah ubah
  • Pendidikan karakter, sekarang ini mutlak diperlukan bukan hanya di sekolah saja, tapi dirumah dan di lingkungan sosial.
  • Pelaksanaan pendidikan karakter bukan lagi sasarannya anak usia dini hingga remaja, tetapi juga harus dilaksanakan hinga usia dewasa.
  • Disamping diberikan di sekolah pendidikan karakter harus dimulai dari rumah tangga yaitu pendidikan dari orang tua.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Goble, G Frank. 1991. Mazhab Ketiga:Psikologi Humanistik Abraham Maslow. Yogyakarta: Kanisius

 Maksum, Muhammad. 2014. Menjadi GuruIdola. Klaten: Cable Book.

 Megawangi, Ratna. 2004. Pendidikan Karakter. Jakarta: Indonesia Heritage Fondation.

 Muin, Fachtul. 2011. Pendidikan Karakter Konstruksi Teoritik dan Praktik. Yogyakarta: Arr ruzz Media

Rachman, Maman. 2000. Reposisi, Reevaluasi, dan Redefinisi Pendidikan Nilai Bagi Generasi MudaBangsa. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan.

69 komentar untuk “PERMASALAHAN KARAKTER DALAM DUNIA PENDIDIKAN”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top