Ini Bisa Dilakukan Pendidik dan Siswa untuk Mencegah hoax di Dunia Pendidikan

Next-Level-Study.com-Kemajuan dunia yang semakin maju membuat perkembangan data semakin tiada henti. Hal ini menjadikan munculnya infobesity atau kelebihan pasokan data yang membanjiri berbagai latar belakang.

Infobesitas bukanlah kasus khusus dalam bidang pelatihan. Bahaya seriusnya adalah maraknya berita palsu, berita palsu yang harus dihentikan sebagai ujian agregat.

“Untuk menghindari kebohongan-kebohongan di dunia pendidikan, hendaknya pendidik, siswa, dan wali bekerja sama. Bekerja sama satu sama lain lebih bersifat kooperatif sebagai mitra percakapan saat menghadapi rekayasa di ruang pendidikan dan pembelajaran. Guru dan siswa harus cerdas dan tidak mendasar. agar cepat percaya pada data,” kata pelatih public speaking Sonny Tulung dikutip dari pernyataan tertulisnya, Selasa, Walk 19 2024.

Hal itu disampaikan Sonny saat tampil di kelas online kemahiran komputerisasi yang digelar Layanan Persuratan dan Data (Kemenkominfo) bersama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Umum Nusa Tenggara Barat (NTB) bagi siswa sekolah menengah dan tenaga pendidik di Kabupaten Bima.

Sonny menambahkan, dengan bantuan instruktur, siswa harus mampu berpikir cerdas dalam bertindak. Selain itu juga dengan terus melakukan pengecekan dan verifikasi ulang, mengikuti realita pemberitaan.

“Dengan asumsi hal itu terjadi begitu saja, ditemukan informasi dan data yang tidak valid, ada alasan kuat untuk membagikannya. Hentikan jarimu. Dengan begitu, perkembangan penyebaran rekayasa bisa dihentikan. Lalu, pada saat itu, banjiri dengan positif dan berita yang mampu memberi pelajaran,” kata Sonny.

Lawan penipuan dengan sikap kritis

Untuk sementara, Ketua Berdigital.com A.M. Bayhaqi mengatakan, ini adalah kesempatan ideal bagi kita untuk tidak hanya memerangi penipuan dengan disposisi dasar. Saat ini adalah waktu yang tepat untuk terus memerangi kebohongan, khususnya di bidang pendidikan, dengan menciptakan substansi pendidikan yang positif agar ruang penipuan semakin terpojok.

Namun ingat, dalam menciptakannya kita harus tetap berpegang pada netiket. Hargai hak cipta dan karya orang lain di bidang pendidikan dengan tetap mengungkapkan sumbernya dengan tepat, kata Bayhaqi.

Sejalan dengan itu, lanjut Bayhaqi, tidak sedikit warganet yang melihat nilai dari kepuasan, namun mereka juga tetap menjaga kesan komputerisasinya agar selalu yakin dan mengikuti nasib profesinya.

“Jangan hanya sekedar mendapat materi tanpa bisa diandalkan. Kalau kita latih dari bangku sekolah, kita akan melahirkan siswa-siswa yang cerdas dan berakal budi serta berkreasi di bidang yang lebih maju,” tuturnya.

Hal lain yang patut dicermati, lanjut Danin Sibilo, individu aset berikut ini, adalah membiasakan diri untuk tidak mudah tertipu, apalagi terus terang membagikan berbagai berita viral.

Selain itu, lanjut Danin, terbiasa meremehkan URL media yang memberitakannya. Dengan asumsi kebetulan media tersebut abal-abal atau abal-abal, misalnya seperti nama media ternama, jangan dilanjutkan. Selalu cerdik dan mendasar dengan berhenti di jari Anda. “Silakan saja dengan teman-teman dan pendidik di kelas. Lalu, pada saat itu, selalu buat pertanyaan atau penjelasan tentang berita. Kalau tidak jelas sumbernya, buat apa dibagikan? Jeda dan abaikan,” kata Danin.

 

Sumber Berita: https://www.medcom.id/ekonomi/bisnis/5b2oDOMk-guru-dan-siswa-bisa-lakukan-ini-buat-tangkal-hoaks-di-dunia-pendidikan

7 komentar untuk “Ini Bisa Dilakukan Pendidik dan Siswa untuk Mencegah hoax di Dunia Pendidikan”

  1. Hey there! Someone in my Myspace group shared this website with us so I came to look it
    over. I’m definitely enjoying the information. I’m bookmarking and will be tweeting this to my followers!
    Wonderful blog and outstanding style and design.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top